Cari Blog Ini

Kamis, 17 Maret 2011

Islam: Agama yang Berkembang Paling pesat di Eropa

HARUN YAHYA


Kirim artikel ini



Selama 20 tahun terakhir, jumlah kaum Muslim di dunia telah meningkat secara perlahan. Angka statistik tahun 1973 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Muslim dunia adalah 500 juta; sekarang, angka ini telah mencapai 1,5 miliar. Kini, setiap empat orang salah satunya adalah Muslim. Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk Muslim akan terus bertambah dan Islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya dikarenakan jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara Muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk Islam yang terus meningkat, suatu fenomena yang menonjol, terutama setelah serangan terhadap World Trade Center pada tanggal 11 September 2001. Serangan ini, yang dikutuk oleh setiap orang, terutama umat Muslim, tiba-tiba saja telah mengarahkan perhatian orang (khususnya warga Amerika) kepada Islam. Orang di Barat berbicara banyak tentang agama macam apakah Islam itu, apa yang dikatakan Al Qur'an, kewajiban apakah yang harus dilaksanakan sebagai seorang Muslim, dan bagaimana kaum Muslim dituntut melaksanakan urusan dalam kehidupannya. Ketertarikan ini secara alamiah telah mendorong peningkatan jumlah warga dunia yang berpaling kepada Islam. Demikianlah, perkiraan yang umum terdengar pasca peristiwa 11 September 2001 bahwa "serangan ini akan mengubah alur sejarah dunia", dalam beberapa hal, telah mulai nampak kebenarannya. Proses kembali kepada nilai-nilai agama dan spiritual, yang dialami dunia sejak lama, telah menjadi keberpalingan kepada Islam.
Hal luar biasa yang sesungguhnya sedang terjadi dapat diamati ketika kita mempelajari perkembangan tentang kecenderungan ini, yang mulai kita ketahui melalui surat-surat kabar maupun berita-berita di televisi. Perkembangan ini, yang umumnya dilaporkan sekedar sebagai sebuah bagian dari pokok bahasan hari itu, sebenarnya adalah petunjuk sangat penting bahwa nilai-nilai ajaran Islam telah mulai tersebar sangat pesat di seantero dunia. Di belahan dunia Islam lainnya, Islam berada pada titik perkembangan pesat di Eropa. Perkembangan ini telah menarik perhatian yang lebih besar di tahun-tahun belakangan, sebagaimana ditunjukkan oleh banyak tesis, laporan, dan tulisan seputar "kedudukan kaum Muslim di Eropa" dan "dialog antara masyarakat Eropa dan umat Muslim." Beriringan dengan berbagai laporan akademis ini, media massa telah sering menyiarkan berita tentang Islam dan Muslim. Penyebab ketertarikan ini adalah perkembangan yang terus-menerus mengenai angka populasi Muslim di Eropa, dan peningkatan ini tidak dapat dianggap hanya disebabkan oleh imigrasi. Meskipun imigrasi dipastikan memberi pengaruh nyata pada pertumbuhan populasi umat Islam, namun banyak peneliti mengungkapkan bahwa permasalahan ini dikarenakan sebab lain: angka perpindahan agama yang tinggi. Suatu kisah yang ditayangkan NTV News pada tanggal 20 Juni 2004 dengan judul "Islam adalah agama yang berkembang paling pesat di Eropa" membahas laporan yang dikeluarkan oleh badan intelejen domestik Prancis. Laporan tersebut menyatakan bahwa jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di negara-negara Barat semakin terus bertambah, terutama pasca peristiwa serangan 11 September. Misalnya, jumlah orang mualaf yang memeluk Islam di Prancis meningkat sebanyak 30 hingga 40 ribu di tahun lalu saja.
Gereja Katolik dan Perkembangan Islam
Gereja Katolik Roma, yang berpusat di kota Vatican, adalah salah satu lembaga yang mengikuti fenomena tentang kecenderungan perpindahan agama. Salah satu pokok bahasan dalam pertemuan bulan Oktober 1999 muktamar gereja Eropa, yang dihadiri oleh hampir seluruh pendeta Katolik, adalah kedudukan Gereja di milenium baru. Tema utama konferensi tersebut adalah tentang pertumbuhan pesat agama Islam di Eropa. The National Catholic Reporter melaporkan sejumlah orang garis keras menyatakan bahwa satu-satunya cara mencegah kaum Muslim mendapatkan kekuatan di Eropa adalah dengan berhenti bertoleransi terhadap Islam dan umat Islam; kalangan lain yang lebih objektif dan rasional menekankan kenyataan bahwa oleh karena kedua agama percaya pada satu Tuhan, sepatutnya tidak ada celah bagi perselisihan ataupun persengketaan di antara keduanya. Dalam satu sesi, Uskup Besar Karl Lehmann dari Jerman menegaskan bahwa terdapat lebih banyak kemajemukan internal dalam Islam daripada yang diketahui oleh banyak umat Nasrani, dan pernyataan-pernyataan radikal seputar Islam sesungguhnya tidak memiliki dasar. (1)
Mempertimbangkan kedudukan kaum Muslim di saat menjelaskan kedudukan Gereja di milenium baru sangatlah tepat, mengingat pendataan tahun 1999 oleh PBB menunjukkan bahwa antara tahun 1989 dan 1998, jumlah penduduk Muslim Eropa meningkat lebih dari 100 persen. Dilaporkan bahwa terdapat sekitar 13 juta umat Muslim tinggal di Eropa saat ini: 3,2 juta di Jerman, 2 juta di Inggris, 4-5 juta di Prancis, dan selebihnya tersebar di bagian Eropa lainnya, terutama di Balkan. Angka ini mewakili lebih dari 2% dari keseluruhan jumlah penduduk Eropa(2)
Kesadaran Beragama di Kalangan Muslim Meningkat di Eropa
Penelitian terkait juga mengungkap bahwa seiring dengan terus meningkatnya jumlah Muslim di Eropa, terdapat kesadaran yang semakin besar dalam menjalankan agama di kalangan para mahasiswa. Menurut survei yang dilakukan oleh surat kabar Prancis Le Monde di bulan Oktober 2001, dibandingkan data yang dikumpulkan di tahun 1994, banyak kaum Muslims terus melaksanakan sholat, pergi ke mesjid, dan berpuasa. Kesadaran ini terlihat lebih menonjol di kalangan mahasiswa universitas.(3)
Dalam sebuah laporan yang didasarkan pada media masa asing di tahun 1999, majalah Turki Aktüel menyatakan, para peneliti Barat memperkirakan dalam 50 tahun ke depan Eropa akan menjadi salah satu pusat utama perkembangan Islam.
Islam adalah Bagian Tak Terpisahkan dari Eropa
Bersamaan dengan kajian sosiologis dan demografis ini, kita juga tidak boleh melupakan bahwa Eropa tidak bersentuhan dengan Islam hanya baru-baru ini saja, akan tetapi Islam sesungguhnya merupakan bagian tak terpisahkan dari Eropa.
Eropa dan dunia Islam telah saling berhubungan dekat selama berabad-abad. Pertama, negara Andalusia (756-1492) di Semenanjung Iberia, dan kemudian selama masa Perang Salib (1095-1291), serta penguasaan wilayah Balkan oleh kekhalifahan Utsmaniyyah (1389) memungkinkan terjadinya hubungan timbal balik antara kedua masyarakat itu. Kini banyak pakar sejarah dan sosiologi menegaskan bahwa Islam adalah pemicu utama perpindahan Eropa dari gelapnya Abad Pertengahan menuju terang-benderangnya Masa Renaisans. Di masa ketika Eropa terbelakang di bidang kedokteran, astronomi, matematika, dan di banyak bidang lain, kaum Muslim memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan yang sangat luas dan kemampuan hebat dalam membangun.
Bersatu pada Pijakan Bersama: "Monoteisme"
Perkembangan Islam juga tercerminkan dalam perkembangan dialog antar-agama baru-baru ini. Dialog-dialog ini berawal dengan pernyataan bahwa tiga agama monoteisme (Islam, Yahudi, dan Nasrani) memiliki pijakan awal yang sama dan dapat bertemu pada satu titik yang sama. Dialog-dialog seperti ini telah sangat berhasil dan membuahkan kedekatan hubungan yang penting, khususnya antara umat Nasrani dan Muslim. Dalam Al Qur'an, Allah memberitahukan kepada kita bahwa kaum Muslim mengajak kaum Ahli Kitab (Nasrani dan Yahudi) untuk bersatu pada satu pijakan yang disepakati bersama:
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. Ali 'Imran, 3: 64)
Ketiga agama yang meyakini satu Tuhan tersebut memiliki keyakinan yang sama dan nilai-nilai moral yang sama. Percaya pada keberadaan dan keesaan Tuhan, malaikat, Nabi, Hari Akhir, Surga dan Neraka, adalah ajaran pokok keimanan mereka. Di samping itu, pengorbanan diri, kerendahan hati, cinta, berlapang dada, sikap menghormati, kasih sayang, kejujuran, menghindar dari berbuat zalim dan tidak adil, serta berperilaku mengikuti suara hati nurani semuanya adalah sifat-sifat akhak terpuji yang disepakati bersama. Jadi, karena ketiga agama ini berada pada pijakan yang sama, mereka wajib bekerja sama untuk menghapuskan permusuhan, peperangan, dan penderitaan yang diakibatkan oleh ideologi-ideologi antiagama. Ketika dilihat dari sudut pandang ini, dialog antar-agama memegang peran yang jauh lebih penting. Sejumlah seminar dan konferensi yang mempertemukan para wakil dari agama-agama ini, serta pesan perdamaian dan persaudaraan yang dihasilkannya, terus berlanjut secara berkala sejak pertengahan tahun 1990-an.
Kabar Gembira tentang Datangnya Zaman Keemasan
Dengan mempertimbangkan semua fakta yang ada, terungkap bahwa terdapat suatu pergerakan kuat menuju Islam di banyak negara, dan Islam semakin menjadi pokok bahasan terpenting bagi dunia. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergerak menuju zaman yang sama sekali baru. Yaitu sebuah zaman yang di dalamnya, insya Allah, Islam akan memperoleh kedudukan penting dan ajaran akhlak Al Qur'an akan tersebar luas. Penting untuk dipahami, perkembangan yang sangat penting ini telah dikabarkan dalam Al Qur'an 14 abad yang lalu:
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai. (QS. At Taubah, 9: 32-33)
Tersebarnya akhlak Islami adalah salah satu janji Allah kepada orang-orang yang beriman. Selain ayat-ayat ini, banyak hadits Nabi kita SAW menegaskan bahwa ajaran akhlak Al Qur'an akan meliputi dunia. Di masa-masa akhir menjelang berakhirnya dunia, umat manusia akan mengalami sebuah masa di mana kezaliman, ketidakadilan, kepalsuan, kecurangan, peperangan, permusuhan, persengketaan, dan kebobrokan akhlak merajalela.  Kemudian akan datang Zaman Keemasan, di mana tuntunan akhlak ini mulai tersebar luas di kalangan manusia bagaikan naiknya gelombang air laut pasang dan pada akhirnya meliputi seluruh dunia. Sejumlah hadits ini, juga ulasan para ulama mengenai hadits tersebut, dipaparkan sebagaimana berikut:
Selama [masa] ini, umatku akan menjalani kehidupan yang berkecukupan dan terbebas dari rasa was-was yang mereka belum pernah mengalami hal seperti itu. [Tanah] akan mengeluarkan panennya dan tidak akan menahan apa pun dan kekayaan di masa itu akan berlimpah. (Sunan Ibnu Majah)
… Penghuni langit dan bumi akan ridha. Bumi akan mengeluarkan semua yang tumbuh, dan langit akan menumpahkan hujan dalam jumlah berlimpah. Disebabkan seluruh kebaikan yang akan Allah curahkan kepada penduduk bumi, orang-orang yang masih hidup berharap bahwa mereka yang telah meninggal dunia dapat hidup kembali. (Muhkhtasar Tazkirah Qurtubi, h. 437)
Bumi akan berubah seperti penampan perak yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan ... (Sunan Ibnu Majah)
Bumi akan diliputi oleh kesetaraan dan keadilan sebagaimana sebelumnya yang diliputi oleh penindasan dan kezaliman. (Abu Dawud)
Keadilan akan demikian  jaya sampai-sampai semua harta yang dirampas akan dikembalikan kepada pemiliknya; lebih jauh, sesuatu yang menjadi milik orang lain, sekalipun bila terselip di antara gigi-geligi seseorang, akan dikembalikan kepada pemiliknya… Keamanan meliputi seluruh Bumi dan bahkan segelintir perempuan bisa menunaikan haji tanpa diantar laki-laki.  (Ibn Hajar al Haitsami: Al Qawlul Mukhtasar fi `Alamatul Mahdi al Muntazar, h. 23)
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, Zaman Keemasan akan merupakan suatu masa di mana keadilan, kemakmuran, keberlimpahan, kesejahteraan, rasa aman, perdamaian, dan persaudaraan akan menguasai kehidupan umat manusia, dan merupakan suatu zaman di mana manusia merasakan cinta, pengorbanan diri, lapang dada, kasih sayang, dan kesetiaan. Dalam hadits-haditsnya,Nabi kita SAW mengatakan bahwa masa yang diberkahi ini akan terjadi melalui perantara Imam Mahdi, yang akan datang di Akhir Zaman untuk menyelamatkan dunia dari kekacauan, ketidakadilan, dan kehancuran akhlak. Ia akan memusnahkan paham-paham yang tidak mengenal Tuhan dan menghentikan kezaliman yang merajalela. Selain itu, ia akan menegakkan agama seperti di masa Nabi kita SAW, menjadikan tuntunan akhlak Al Qur'an meliputi umat manusia, dan menegakkan perdamaian dan menebarkan kesejahteraan di seluruh dunia.
Kebangkitan Islam yang sedang dialami dunia saat ini, serta peran Turki di era baru merupakan tanda-tanda penting bahwa masa yang dikabarkan dalam Al Qur'an dan dalam hadits Nabi kita sangatlah dekat. Besar harapan kita bahwa Allah akan memperkenankan kita menyaksikan masa yang penuh berkah ini.

Rujukan: 
1. "
Europe's Muslims Worry Bishops," National Catholic Reporter, 22 Oktober 1999
2. "Muslims in 
Europe," The Economist, 18 Oktober 2001.
3. Time, 24 
Desember 2001.

Perkembangan Peserta Didik Usia 1-5 Tahun

USIA ANAK SATU SAMPAI DENGAN LIMA TAHUN

A.    Pengertian Perkembangan
Perkembangan merupakan suatu pola perubahan secara progresif organisme baik dalam struktur maupun fungsi (fisik maupun psikis) yang bersifat kualitatif dan kuantitatif yang terjadi secara teratur dan berlangsung sejak masa konsepsi sampai akhir hayat, berdasarkan pertumbuhan, kematangan, pengalaman dan belajar.

1.      Perkembangan sesudah tahun pertama
Perkembangan sesudah tahun pertama ditandai oleh beberapa proses-proses yang sangat fundamental. Misalnya perkembangan sosial dan perkembangan kepribadian ditandai oleh perkembangan tingkah laku lekat. Tingkah laku lekat harus tumbuh dan menjadi stabil sebagai latar belakang struktural tingkah laku yang akan datang.dalam tahun pertama harus dibuat suatu basis bagi timbulnya tingkah laku lekat yang nanti akan memegang peranan yang esensial sepanjang hidup.
Secara singkat ada 8 tanda-tanda esensial yang dapat disebutkan dalam perkembangan seorang anak antara akhir tahun pertama dan permulaan usia 4 tahun.
Dalam periode ini terjadi kemajuan yang sangat pesat. Kemungkinan-kemungkinan yang ada pada permulaan periode ini, dapat dilihat pada akhir periode tersebut pada suatu kenyataan.
Kemajuan-kemajuan itu adalah :
1.      Pada permulaan periode ini anak bisa duduk, berdiri dan berjalan dengan bantuan. Bila anak mencapai usia 4 tahun ia dapat meloncat-loncat, memanjat, merangkak dibawah meja dan kursi, dapat melakukan gerakan-gerakan yang kasar dan halus dengan tangan, kaki, dan jari-jarinya. Dalam hal motorik praktis ia dapat mandiri.
2.      Pada usia 4 tahun maka tangan dan mata bekerja sama dalam koordinasi yang baik, anak lebih dapat mengadakan orientasi dalam situasi-situasi yang tidak asing.
3.      Pada usia 4 tahun anak sudah dapat berbahasa.
4.      Pada akhir periode ini anak memperoleh pengertian banyak mengenai benda-benda menurut warna dan bentuknya, membedakan suara keras dan lembut, ia mengerti nama benda-benda dan dapat menanyakan nama benda yang belum diketahuinya.
5.      Pada usia 4 tahun anak sedikit benyak sudah mengerti ruang dan waktu.
6.      Pengertian akan norma-norma pada anak usia 4 tahun juga sudah ada. Kata-kata “baik”, “buruk”, “tidak boleh”,”jangan”, dan sebagainya merupakan tanda-tanda untuk mengatur tingkah laku.
7.      Kebutuhan untuk aktif, untuk berbuat sesuatu makin lama makin ditentukan secara kognitif, atinya: perbuatan dan tingkah lakunya tidak lagi ditentukan secara kebetulan sesuai dengan apa yang ada; anak sudah dapat membuat rencana, memikirkan apa yang akan dilakukannya. Dalam batas-batas tertentu anak sudah mempunyai perspektif masa depan.
8.      Anak tidak hanya menginginkan ada bersama-sama dengan orang dewasa, melainkan ia sudah menginginkan dapat bergaul secara aktif dengan mereka.
Sampai sekarang belum diberikan perhatian terhadap suatu hal yang penting dalam perkembangan anak, yaitu mengenai permanensi objek yang tidak boleh dikacaukan dengan konstansi besar dan bentuk.

2.      Perkembangan Fisik, Psikomotor dan fisiologis
Perkembangan anak antara akhir tahun pertama dan tahun ke empat terjadi dengan kemajuan-kemajuan yang pesat. Anggota-anggota badan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda-beda. Umur kerangka (skelet) dapat dilihat dari pergeseran tulang pada tangan anak. Seorang anak dapat mempunyai umur kerangka 4 tahun sedangkan umur kronologisnya adalah 6 tahun.
Proporsi badan dan jaringan urat daging dapat dikatakan tetap sampai kurang lebih tahun kelima. Sekitar tahun kelima mulailah apa yang disebut “Gestaltwandel” pertama (Zeller, 1936). Hal ini berarti bahwa anak yang sampai sekarang mempunyai kepala yang relatif besar dan anggota badan yang pendek akan mulai mempunyai proporsi badan yang seimbang. Anggota badannya menjadi lebih panjang, perutnya mengecil dan kepalanya dibanding dengan bagian-bagian badan yang lain mendapatkan proporsi yang normal. Semua jaringan-jaringan tulang dan urat daging lebih berkembang, menjadi lebih berat. Jaringan lemak bertambah lebih lambat. Selama tahun kelima nampak perkembangan jaringan urat daging secara cepat (Gestatwandel kedua mulai sekitar umur 10 tahun, yaitu pada waktu mulainya pubertas atau pada waktu mulainya perkembangan seksualitas).
Sekitar usia 3 tahun anak sudah dapat berjalan secara otomatis, bahkan pada alas yang tidak rata anak sudah dapat berjalan tanpa kesukaran. Sekitar 4 tahun anak hampir menguasai cara belajar orang dewasa. Belajar berjalan banyak berhubungan dengan proses-proses pemasakan yang dapat berjalan maka ia juga akan mencoba untuk berjalan dengan berbagai variasi, misalnya berjalan mundur (± sekitar 17 bulan) dan berjalan di atas tumit (± sekitar 30 bulan).
Sekitar bulan ke-18 anak mencoba untuk lari, tetapi gayanya masih menyerupai gaya berjalan. Pada usia 2 atau 3 tahun anak betul-betul dapat lari, tetapi ia belum mampu untuk berhenti dengan cepat atau untuk membalik. Pada usia 4 sampai 5 tahun anak sudah dapat lari seperti orang dewasa dan dapat menggunakan kemampuannya ini dalam aktifitas-aktifitas permainannya.
Sesudah dapat berjalan dengan baik, anak juga belajar untuk berjalan memanjat dan menuruni tangga. Sekitar 18 atau 20 bulan anak dapat memanjat tangga dengan bantuan orang lain. Menuruni tangga baru dapat dilakukan kemudian. Disamping perbedaan-perbedaan perseorangan dapat dikatakan bahwa 90% anak pada usia 6 tahun sudah menjadi pemanjat-pemanjat yang baik.
Sekitar 2 atau 3 tahun anak juga belajar meloncat-loncat, berjingkat-jingkat dan berbagai variasi berjalan yang lain. Sekitar 29 bulan anak dapat berdiri di atas sebelah kaki. Anak usia 3 tahun masih mempunyai kesukaran untuk menangkap bola atau untuk memukul bola dengan tongkat. Sekitar usia 4 tahun anak sudah agak pandai untuk melakukan hal itu. Pada anak usia ini anak juga banyak belajar berbagai macam koordinasi visio-motorik. Aktivitas-aktifitas senso-motorik telah dapat diintregai menjadi aktivitas yang dikoordinasi. Apa yang dilihat dengan mata harus dapat dipindahkan dengan motoriknya menjadi sebuah pola tertentu. Sekitar tahun ke-4 juga semua pola lokomotorik yang biasa sudah dapat dikuasainya.
Perkembangan perseptual atau perkembangan pengamatan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor keliling. Perkembangan pengamatan yang terjadi pada waktu ini adalah perkembangan pengamatan bentuk.
Latihan kebersihan juga termasuk perkembangan psikomotorik karena latihan kebersihan membutuhkan pemasakan urat-urat daging alat-alat pembuangan. Anak harus mampu untuk menguasai urat daging alat-alat pembuangannya pada waktu hendak buang air kecil atau buang air besar. Anak baru mampu melakukan hal ini pada usia kurang lebih 15 bulan.

3.      Perkembangan kepribadian dan perkembangan sosial
a.       Tingkah laku lekat sesudah umur satu tahun
Tingkah laku lekat dapat ditinjau dari dua macam segi. Segi yang satu menunjukkan bahwa tingkah laku lekat terjadi karena proses belajar, sedang segi yang lain menyatakan bahwa tingkah laku lekat tersebut merupakan cirri khas manusia. Manusia mempunyai ciri khas untuk bercakap-cakap, untuk mengadakan manipulasi dan eksplorasi benda, untuk mencari kontak dengan manusia lain. Dari cirri-ciri khas inilah timbul tingkah laku lekat. Tingkah laku lekat merupakan kecenderungan dasar pada anak yang sudah ada sebelum proses-proses belajar dapat terjadi. Dalam hubungan yang dinamis yang merupakan sifat khas hubungan antara ibu(pengasuh) dan anak, maka tingkah laku lekat dapat dipandang sebagai “sifat struk-tural dari hubungan ibu dan anak” (Hartub, 1973, h. 17).
Pendapat yang dikemukakan baru mengenai pendapat tentang tingkah laku lekat pada tahun pertama. Dalam hal ini ada dua teori: 1) teori diferensiasi dan 2) teori parallel.
1). Teori diferensiasi
      Teori ini didasarkan pendapat Bowlby (1951). Sejak lama kelekatan dan ketergantungan dianggap mempunyai arti yang sama. Kenyataannya dua hal ini sangat berbeda satu sama lain. Pada kelekatan maka anak mencari kontak sosial tetapi juga suatu sikap penuh kehangatan dan kasih sayang. Dalam hal ini anak mempunyai pilihan terhadap orang-orang tertentu: pertama adalah ibunya, ayahnya atau anggota-anggota keluarga yang lain.
Menurut teori diferensiasi anak dianggap relatif mempunyai kelekatan dengan ibunya sampai kurang lebih 6 tahun; baru sesudahnya anak akan mengadakan ikatan dengan orang-orang dewasa yang lain.
Dalam teorinya kemudian, Bowlby (1972) mengemukakan bahwa sesudah umur 3 tahun kebanyakan anak makin dapat merasa aman dalam situasi asing bersama dengan objek lekat pengganti, misalnya dengan saudaranya atau gurunya. Namun begitu perasaan aman semacam semacam itu ada persyaratannya. Pertama figur pengganti tadi harus dapat dikenal oleh anak. Kedua, anaknya sendiri harus ada dalam kondisi sehat.

            2). Teori Paralel
Teori Paralel mengenai tingkah laku lekat mengatakan bahwa sampai dengan umur satu tahun anak akan mencari objek lekat pada satu orang, biasanya ibunya. Sesudah umur satu tahun maka orang dewasa lain atau anak-anak sebaya akan bisa menjadi objek kelekatan.
Kelekatan anak pada anak sebaya dapat memberikan banyak pengaruh terhadap pelajaran tingkah laku.
Bila kita tinjau kejadian-kejadian yang kompleks yang berhubungan dengan perkembangan sosial dan kepribadian tersebut, timbul dua pertanyaan sebagai berikut:
(1)   Kemungkinan interaksi apakah yang ada pada anak dan
(2)   Proses interaksi apakah yang timbul yang membawa ke arah suatu perkembangan tingkah laku.
Tingkah laku sosial interaktif seperti tingkah laku koperatif, altruistis dan agresif banyak dipengaruhi oleh latar belakang struktural yang disebut “role taking” (atau ambil alih peran) dan egosentrisme. Makin berkembang ambil alih peran makin kecil egosentrisme dan sebaliknya. Ambil alih peran dan egosentrisme tetap ada sepanjang hidup orang tetapi mempunyai sifat yang saling menghambat.
Egosentrisme adalah pemusatan pada diri sendiri dan merupakan suatu proses dasar yang banyak dijumpai pada tingkah laku anak; pengamatan anak banyak banyak ditentukan oleh pandangan sendiri; anak juga belum mempunyai orientasi mengenai pemisahan subjek-objek.

4.      Perkembangan Bahasa
a.       Permulaan bicara : meraban (mengoceh)
Suara pertama yang dilakukan anak adalah jerit tangis pada waktu dilahirkan. Tangis pertama berguna memungkinkan anak dapat bernafas, karena mulai saat itu anak harus bernafas sendiri. Suara-suara yang dapat dibedakan antara suara tangis dan ocehan. Tangis menunjukkan tak senang sedangkan ocehan menunjukkan rasa senang dan kepuasan. Meraban dan mengoceh mempunyai variasi yang lebih banyak daripada menangis.
b.      Kalimat satu kata dan kalimat dua kata
Satu kata yang diucapkan oleh anak harus dianggap sebagai satu kalimat penuh. Mulai kurang lebih 6 bulan maka fonem-fonem digabung menjadi kombinasi suara yang lebih kompleks. Kombinasi suara terutama dilakukan dengan bibir dan ujung lidah. Kata pertama misalnya ma-ma, ba-ba, da-da.
Di antara bulan ke-18 dan ke-20 (dengan kemungkinan penyimpangan yang banyak) datanglah kalimat dua kata yang pertama. Dalam bahasa anak ada dua kelompok kata yang spesifik, yaitu kata pivot dan kata terbuka. Kelompok yang pertama sering dipakai anak dan kelompok kedua jarang dipakai anak.
Contoh :
Pivot
Terbuka
Gi (pergi)
Susu
Gi (pergi)
Mama
Gi (pergi)
Oto

Kata pivot yang sama dapat berbeda-beda artinya dalam kombinasi dengan kata terbuka yang berlainan.
“Gi susu” dapat berarti bahwa anak tidak mau minum susu lagi, “Gi mama” berarti anak ingin bepergian dengan mamanya, sedangkan “Gi oto” berarti otonya baru saja pergi. Jadi yang penting adalah intensitas semantiknya, yaitu arti daripada apa yang dimaksudkan.
c.       Kalimat tiga kata
Perubahan ini terjadi kurang lebih antara bulan ke-24 dan bulan ke-30. Meskipun mula-mula masih mirip dengan bentuk kalimat dua-kata secara struktural, namun segera terjadi suatu differensiasi dalam kelompok kata-kata, suatu kecakapan verbal anak yang menyebabkan banyak kata-kata dimasukkan dalam klasifikasi baru. Dengan lain perkataan anak mengatur kembali kata-kata dalam bahasanya.
d.      Penelitian mengenai kecakapan berbahasa
Penelitian bahasa pada umumnya dibedakan antara:
a)      Perkembangan fonologis – atau penguasaan sistem suara/bunyi.
b)      Perkembangan morfologis – atau penguasaan pembentukan kata-kata.
c)      Perkembangan sintaksis – atau penguasaan tata bahasa.
d)     Perkembangan leksikal – atau penguasaan dan perluasan kekayaan kata-kata serta pengetahuan mengenai arti kata-kata.
e)      Perkembangan semantis – atau penguasaan arti bahasa.

5.      Anak dan keluarga
a. Keluarga Sebagai Lembaga Pendidikan Anak Balita
Lingkungan sosial pertama yang dikenal anak ialah keluarga. Itu sebabnya pengaruh orang-orang berperan sangat besar bagi anak khususnya pada masa Balita karena sebagian besar waktu anak ialah dalam keluarga. Dalam hal ini orangtua adalah orang terpenting bagi anak di samping saudara, kakek dan nenek, pembantu serta teman-teman sepermainan.
Itu sebabnya segala sesuatu yang dialami dan diajarkan keluarga menjadi dasar bagi pembentukan kepribadian anak.
b. Orangtua Sebagai Pendidik
Peran keluarga secara khusus orangtua sebagai pendidik sejalan dengan seruan Presiden Megawati dalam pidato tertulisnya pada peringatan ke-19 Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2003.
“Pentingnya tanggung jawab orangtua dalam membekali dan menciptakan iklim yang baik kepada anak, sehingga mereka dapat tumbuh dengan baik dan mampu memberi makna bagi kehidupan mereka, keluarga, nusa, dan bangsa”.
Pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Kepala keluarga yang dipercayakan untuk menjadi pimpinan harus dapat membuktikan bahwa anak-anaknya telah percaya dan mampu menjadi saksi.

6.      Minat pada awal masa kanak-kanak
Ada beberapa minat yang berlaku umum diantara anak-anak. Minat-minat ini meliputi:
a.       Minat pada Agama
Keyakinan agama, sebagian besar tidak berarti bagi anak-anak meskipun mereka menunjukkan minat dalam ibadah, tetapi karena banyaknya masalah yang dijelaskan dalam agama seperti adanya kematian, kelahiran, maka keingin tahuan anak menjadi besar. Akan tetapi minat pada masa kanak-kanak bersifat egosentris, misalnya: waktu berdo’a.
b.      Minat terhadap diri-sendiri
Anak menunjukkan minat pada dirinya sendiri melalui banyak cara, yang paling sering adalah dengan mengamati dirinya melalui kaca, meneliti bagian tubuh dan pakaiannya. Mengajukan pertanyaan tentang dirinya, membandingkan milik dan prestasi teman-temannya.
c.       Minat terhadap seks
Banyak anak memperhatikan minat mereka terhadap seks dengan membicarakannya dengan teman-teman bermain.
d.      Minat terhadap bermain
Anak-anak menaruh minat terhadap pakaian pada umumnya, tetapi khususnya pada pakaian yang akan dilihat orang lain. Misalnya, orang-orang diluar akan melihat jas, sepatu, dan sebagainya. Yang menjadi pusat perhatian adalah baru atau tidaknya pakaian, warna dan hiasannya.

7.      Arti bermain pada Anak
Anak tidak memisahkan bermain dan bekerja. Bagi anak, bermain merupakan seluruh aktifitas anak termasuk bekerja, kesenangannya, dan merupakan metode bagaimana mereka mengenaal dunia. Bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya makanan, perawatan, cinta kasih dll.
Anak memerlukan variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental, dan perkembangan emosinya. Melalui bermain, anak tidak hanya menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya, tetapi lebih dari itu. Anak tidak sekedar melompat, melempar, atau berlari. Tetapi mereka bermain dengan menggunakan seluruh emosinya, perasaannya dan pikirannya.
Kesenangan merupakan salah satu elemen pokok dalam bermain. Anak akan bermain sepanjang aktivitas tersebut. Dengan bermain anak mendapatkan pengalaman hidup yang nyata. Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan serta kelemahannya sendiri, minatnya, cara menyelesaikan masalah dll.
Bermain adalah unsur yang penting untuk perkembangan anak, baik fisik, emosi, mental, intelektual, kreatifitas, dan sosial. Anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain akan menjadi orang dewasa yang mudah berteman, kreatif, dan cerdas bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain.

8.      Bahaya pada masa awal kanak-kanak
a.       Bahaya fisik
Bahaya fisik awal masa kanak-kanak menimbulkan reaksi psikologis maupun terutama fisik, terutama penyakit, kecelakaan dan kejanggalan.
Kecelakaan seperti : kematian, Penyakit, kecelakaan, dsb.
Kejanggalan seperti : Kegemukan dan tangan kidal
b.      Bahaya psikologis
semua perilaku anak dikaitkan denagn potensi bahaya yang dapat membawa akibat buruk pada penyesuaian pribadi dan sosial misalnya,bahaya dalam berbicara, bhaya emosional, bahaya sosial, bahaya bermain dan bahaya dalam perkembanagan konsep dsb.


Kumpulan sinopsis Novel Sastra

                 SINOPSIS NOVEL AYAT-AYAT CINTA

a.       Identifikasi
Judul                     : Ayat – Ayat Cinta
Pengarang             : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                 : Jakarta, Republika
Tahun Terbit          : 2004
Jumlah halaman     : 413

2.      Ringkasan Cerita/ Sinopsis
Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 411 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir.
Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).
Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya.
Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Mereka bercerita banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Tidak ada satupun yang mempedulikannya, itu karena kebencian terhadap Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, Gadis bercadar mempersilahkan duduk dikursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas perlakuan orang-orang Mesir lainnya.
Terjadilah perdebatan. Orang-orang Mesir yang mengerti bahasa Inggris tersinggung dengan ucapan gadis bercadar. Mereka mencemooh gadis tersebut. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakan perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi dan ternyata berhasil. Fahri berusaha menjelaskan kebenaran gadis itu, tapi mereka malah mencemooh fahri, dan mereda ketika Ashraf menjelaskan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar yang hafal Al-Qur’an murid dari Syaikh Utsman yang terkenal. Lantas mereka meminta maaf pada fahri dan fahri menjelaskan apa yang mereka lakukan salah yang tidak sesuai yang diajarkan Nabi. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan. Kemudian Alicia(gadis amerika) berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Metro berhenti dan gadis itu turun sambil berterimakasih dan berkenalan dengan Fahri. Ternyata gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisya.
Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak merek Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Maria sering titip membelikan sesuatu kepada Fahri dan mereka akrab.
Dan maria juga hafal beberapa surat dalam al-qur’an seperti Surat Maria kedengarannya memang aneh. Begitulah maria seorang koptik yang taat namun hafal beberapa surat di al-qur’an. Mereka juga bersebelahan dengan bahadur dan keluarganya. Bahadur yang selalu mengutuk anaknya untuk bekerja yaitu Noura. Noura selalu dianiaya bapaknya. Untuk bekerja sebagai pelacur. Noura selalu menolak, suatu ketika keributan yang besar terjadi di malam hari. Noura menangis di depan pintu apartemen. Maria tidak tega dan berusaha menolongnya, dengan bantuan fahri akhirnya noura diselamatkan dengan cara menitipkannya pada Nurul. Fahri kemudian meninggalkan Mesir ke Turki. Melanjutkan studi keagamaannya. Noura akhirnya ditemukan keluargannya, yang ternyata Noura bukanlah anak dari Bahadur. Di Turki Fahri bertemu dengan Aisya sampai akhirnya Fahri menikah dengannya. Menikah di dalam masjid Turki disaksikan para Ulama dan jamaah turki. Pernikahan pun lancar. Fahri belum mengabari pernikahannya kepada Tuan Boutros dan Maria karena mereka sulit dihubungi semenjak mereka berlibur ke luar Mesir.
            Saat Maria mendengar kabar pernikahan Fahri dengan Aisya, maria sakit hati dan merasa bersalah mengapa ia tidak berani mengungkapkan rasa cintanya pada Fahri sebelum Fahri dengan Orang lain. Maria sebenarnya menyukai Fahri sejak Mereka satu apartemen.
            Kehidupan Fahri diberi cobaan dengan kedatangan Noura yang mengaku dihamili Fahri dan percekcokanpun terjadi. Fahri pun dipenjara saat Noura melaporkan kepada polisi. Fahri dituduh memperkosa Noura sebelum menyelamatkan Noura saat di Rumah bahadur. Fahri dituduh serigala berbulu domba.
            Fahri tidak memiliki bukti sehingga fahri dipenjara di bawah tanah dengan perlakuan yang sangat kasar. Dan disisi lain saksi yang bisa membebaskannya hanya Maria karena Maria yang tahu semuanya. Disisi lain tidak tahu maria sekarang dimana.
            Sampai pada waktunya, persidangan digelar Noura memberikan bukti-bukti palsunya dan tuduhan-tuduhannya terhadap Fahri. dan mencoba menunda-nunda waktu dan Fahri memberikan pembelaanya.
            Ibu Maria akhirnya datang menceritakan keadaan Maria yang sakit parah dan selalu memangil-manggil nama Fahri, dan beliau menemukan buku Diary Maria yang ternyata didalamnya terdapat bukti kalau Maria sebenarnya mencintai Fahri. Buku itu diberikan kepada Fahri dan Ibu Maria berharap Fahri bisa menjenguk Maria dan semoga kedatangan Fahri bisa membuat maria siuman. Fahri meminta izin pada istrinya dan istrinya Aisyahpun mengijinkan demi Fahri dan Maria. Dan menyuruh fahri untuk segera menikah dengan Maria. Dan tiba waktunya Fahri menemui Maria dan menunjukkan rasa cintanya pada Maria. Akhirnya Fahri menikahi Maria dalam keadaan Maria tak sadarkan diri dan akhirnya maria sadar. Maria telah menjadi Muslim dan Fahri telah menjadi suaminya. Maria juga merupakan malaikat pembebas Fahri dari tuduhan Noura.
Dan persidangan dilanjutkan ke persidangan berikutnya karena tidak ditemukan satu pun bukti yang bisa memberatkan Noura dan Fahri. Persidangan kedua digelar, Nurul menjelaskan omong kosong, dan bukti-bukti palsu yang diberikan pada Noura, sampai pada suatu ketika Maria akhirnya datang dengan kursi rodanya dan memberikan kesaksiannya atas keburukan Noura yang telah memutar balikan fakta. Dan beberapa bukti dari khadija yang membenarkan kesaksian dari maria. Dan akhirnya Noura pun mengakuinya dan meminta maaf dan mengakui bahwa dia sebenarnya telah dihamili bahadur oleh sebab itu ia ingin mendapatkan ayah yang baik karena ia tidak mau bahadur mengetahuinya dan ia sangat membenci bahadur. Dan ia juga mencintai Fahri. Fahri akhirnya bebas dari segala tuduhan.
Fahri juga bebas dari hukuman, Fahri diperiksa dan dirawat dokter karena sebab luka saat dipenjara yang sangat berat. Fahri dipesankan satu tempat tidur bersebelahan dengan Maria, karena setelah kesaksiannya dia kembali pingsan dan sudah tiga hari belum siuman. Maria ditemani Madame Nahid, keluarganya, Aisya. Aisya menganggap Maria sebagai adiknya sendiri. Fahri beberapa kali memaksakan diri juga untuk menemani Maria bersama Aisyah. Dan sampai pada hari keempat, telpon berdering bahwa itu dari Alicia yang ingin berterimakasih pada fahri dan ia telah menjadi muslim. Dan dia akan menjenguk. Dan benar setelah kedatanganya Alicia telah berubah seratus delapan puluh derajat dari penampilannya yang sekarang tertutup dan Alicia mengucapkan selamat atas pernikahan Fahri. Dan kemudian Alicia Pergi.
Tengah malam Aisya membangunkan Fahri karena igauan Aneh dari Maria, dan mereka menyaksikan igauan Maria yang membaca surat Mariam dan beberapa Surat dalam Al-qur’an. Akhirnya Maria terbangun dan menceritakan mimpinya, bermimpi memasuki suatu tempat seperti surga dan semua pintunya tertutup untuknya dan ia bertemu dengan Bunda Maryan dan memberikan Kuncinya untuk bisa masuk Surga. ia kemudian memintai untuk mewudlukannya. Dan kemudian Maria mengucapkan kalimat syahadat. Kemudian ia meninggal. Madame nahid terbangun dari tidurnya dan mereka menceritakan apa yang terjadi.


UNSUR-UNSUR INTRINSIK NOVEL AYAT-AYAT CINTA





a. Tema
    Percintaan dalam konteks islam, serta perjuangan melawan cobaan.

b. Tokoh
Tokoh utama : Fahri, Nurul, Maria, Aisah, Noura
Tokoh Pembatu :
Saeful, Rudi,Hamdi, Tuan Boutros ( ayah Maria ), Nahed ( Ibu Maria ), Syaikh Usman ( Guru Besar Fahri ), Syaikh Ahmad ( Dosen Fahri di Al-Azhar ), Ustd Jalal ( Paman Nurul ) dan istinya, Eqbal dan Istinya ( Paman dan bibi Aisah ), Amru ( Pengacara ), Magdi ( polisi ), Bahadur dan Kaka Noura, adik-adik Maria.

c. Plot / Alur : Alur maju
1. Perkenalan :
Pada saat Fahri mulai berpendidikan di Universitas Al-Azhar dan tinggal di flat bersama rekan mahasiswa dari Indonesia, kemudian kenal dengan dengan Maria, aisyah dan Syaikh Usman, Syaikh Ahmad, beserta teman aktifis di mesir. Menjalankan perkuliahan sebagamana mestinya
2. Pertikaian :
Pada malam hari saat Noura disiksa, disiksa dibawah dekat flat Fahri dan kedengaran oleh Fahri, dia hendak menolong, tapi Fahri enggan, karena dia seorang gadis, kemudian dia meminta tolong Maria untuk menolong Noura, walaupun Maria takut pada Bahadur ayah Noura, tapi dengan tekad dan akhirnya Noura tertolong kemudian Noura di titipkan pada Nurul.
Selanjutnya, saat Fahri Pulang berbulan madu dari Alexsandria, dia di tangkap karena di tuduh memperkosa Noura. Fahri tidak sempat menjelaskan pada Istrinya Aisyah. Pertikaian lain saat Fahri sedang diadili, pengakuan Noura telah diperkosa fahri saat menolongnya dan dukungan kesaksian tetangganya, membuat fahri kecewa atas fitnah itu.
2.      Klimak :
Pertama saat Fahri di dalam penjara, di penjara di bawah tanah dan di siksa habis-habisan, disana Fahri mengalami kesediahan yang luar biasa, sebab Aisah sedang hamil muda dan di bulan ramadhan ini mereka berencana umroh. Kedua, di persidangan atas fitnah noura yang menuduh fahri telah memperkosanya dan didukung oleh saksi palsu. Fahri tidak mempunyai bukti kalau tidak bersalah, satu-satunya kunci adalah maria sedangkan maria terbaring koma.
3.      Peleraian :
Fahri akhirnya menikahi Maria, dengan alasan maria akan sembuh jika di sentuh oleh Fahri, didukung aisyah dan maria adalah saksi kunci pemecah masalah. Fahri ingin segera bebas dari permasalahan dan menjadi suami yang bertanggung jawab terhadap aisyah dan kandungannya. Saat fahri menikahi maria, maria sembuh walaupun masih duduk di kursi roda. Dan akhirnya Fahri Bebas dengan kekasian Maria, serta kejujuran Noura dan penjelasannya mengapa ia berani memfitnah fahri dan pengakuan khadija.
4.      Akhir :
Fahri memiliki 2 orang istri yang sholeh yang pertama Aisah dan yang Kedua Maria, saat maria dirawat, maria tertidur dan bermimpi tiba di 7 pintu sorga dan dia mau masuk karena kenikmatanya, ternyata dia tidak di perbolehkan masuk dia boleh masuk tapi dengan syarat yaitu harus mempunyai wudlu dan syahadat, kemudian dia kembali pulang dan seseorang itu menunggu kembalinya Maria. Maria terbangun dan dihadapannya ada Fahri dan Aisah, dia meminta tolong untuk melakukan wudlu dan syahadat, kemudian Fahri membantu dan ia bercerita kejadian di dalam mimpinya, kemudian Maria Meminta Fahri dan Aisah untuk mengajarkan syahadat, pada saat selesai syahadat, maka selesai pula riwayat Maria dia meninggal dengan diakhiri Dua Kalimah Syahadat, ada pesan ketika bercerita dengan Fahri dan Aisah, Maria akan menunggu Fahri di sorga Firdaus untuk memadu cinta dan kasih.

d. Perwatakan :
1.      Fahri : Rajin, Pintar, Sabar, Terencana, Tepat waktu, Ikhlas, Ulet, Penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin, lurus, penuh dengan target
2.      Nurul : Rajin, Pintar, Pemalu tidak terbuka, emosi, sholeh
3.      Maria : Ceria, Suka bergurau, rajin, Pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.
4.      Aisah : Baik,  lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah.
5.      Noura : Tertutup, sulit di tebak, pintar, kejam, emosi, pendiam.

e. Setting / latar : Mesir, Kairo, Al-azhar ( Negara Mesir Benua Afrika ).flat, Masjid, Restoran, Metro, Penjara Rumah sakit, Alexsandria.

f. Pusat Pengisahan : Orang pertama pelaku utama, menceritakan dirinya sendiri dari awal hingga akhir.

g. Amanat :
1.      Dalam merencanakan sesuatu pasti ada rintangan sebelum kenikmatan itu datang.
2.      Semakin banyak ilmu / pengetahuan yang di terima, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang harus di lewati dan di pecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmahnya.

h. Sudut Pandang : Aku sebagai orang pertama

i. Gaya Penulisan :  Bagus, menarik, Khas, islami, romantis.

      SINOPSIS NOVEL BUMI CINTA

A.    Identifikasi

Judul                            : Bumi Cinta
Pengarang                    : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                       : Jakarta, Republika
Tahun Terbit                : 2010
Jumlah halaman           : 546


o   Sinopsis Umum                            
Apa jadinya, jika seorang santri salaf, bernama Muhammad Ayyas, hidup di negeri paling menjunjung menjunjung tinggi seks bebas dan pornografi, yaitu Rusia? Akankah iman dan kehormatannya dipertaruhkan demi memenuhi hasrat duniawi nonok-nonik muda Moskwa, yang kecantikannya tiada tara?
                                   





B.     Ringkasan Cerita/ Sinopsis

Bumi cinta adalah sebuah novel 546 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Universitas Al ahzar Mesir.
Dalam novel ini tokoh utamanya adalah seorang pemuda Indonesia yang bernama ayyas, nama lengkapnya Muhammad Ayyas, Ayyas merupakan santri yang taat agama, sederhana, sedikit prestasi, menarik, cerdas dan juga jago beladiri yaitu karate dan thifan. Ia sukses di bidang pendidikan, yang merupakan lulusan Universitas di Madinah dan sedang menyelesaikan Studi Pascasarjananya di Universitas New Delhi India. Sebelum sampai di Rusia, yaitu saat di indonesia ia pernah jatuh hati dan terikat janji nikah dengan seorang gadis jawa bernama Ainal Muna, seorang penulis berprestasi yang manis wajahnya. Namun, karena Ayyas hendak keluar negeri yaitu Rusia untuk menyelesaikan studinya, maka ikatan janji nikah pun dibatalkan karena Ainal Muna yang tidak mau mengikat Ayyas.
Di Rusia Ayyas berniat mengerjakan penelitian tugas kuliahnya dari dosen pembimbingnya mengenai Sejarah Islam di Rusia pada massa Stalin. Tibalah ia di Rusia dengan disambut oleh teman lamanya Devid. Devid inilah yang mencarikan Apartemen tempat tinggal untuk Ayyas. Dengan alasan keterbatasan Cadangan keuangan yang dimiliki Ayyas dan lokasi apartemen yang strategis ternyata devid hanya bisa mendapatkan sebuah apartemen yang berbagi dengan Orang lain. Parahnya teman seapartemennya itu adalah dua orang wanita Rusia yang jelita. Serangkaian masalah bagi Ayyas pun bermula dari sini. Di Rusia Ayyas menjalani hari demi hari dengan penuh tantangan, terutama fitnah wanita selain musim dingin yang menggigit. Rusia sangat terkenal sebagai negara yang wanitanya cantik- cantik dan Moskwa sebagai kota yang untuk beberapa bulan akan Ayyas jadikan tempat bermukim, merupakan kota dengan tingkat freeseksnya no. 1 di Dunia.

Yelena seorang pelacur kelas atas dan Linor seorang Pemain biola yang akhirnya diketahui sebagai Agen Rahasia mossad adalah 2 wanita yang menjadi teman seapartemen Ayyas. Apartemen yang memiliki 3 kamar ini mengharuskan Ayyas harus selalu berinteraksi dengan keduanya di ruang tamu, dapur, dan ruang keluarga namun kamar mandinya pribadi. Sungguh ini merupakan godaan keimanan yang dahsyat bagi Ayyas yang mencoba menjaga kesucian dirinya sebagai muslim.
Godaan bagi Ayyas tidak hanya sampai disitu, Dosen Pembimbing yaitu Professor Tomskii yang dirujuk oleh dosennya di delhi tidak bisa melakukan bimbingan ke Ayyas karena sesuatu hal, dia menyerahkan tugas bimbingan ini kepada Asistennya yang ternyata seorang gadis muda jelita yang bernama Dr. Anastasia Pallazo, seorang penganut kristen ortodoks yang sangat taat.

Ayyas menghadapi banyak sekali cobaan di negeri Rusia ini dengan sikap linor yang dingin namun sering menggodanya dengan tindakan yang tidak sopan. Saat Ayyas pulang dan memasuki Apartemen, tanpa sengaja Ayyas melihat Linor dan Sergei berbuat Zina. Ayyas langsung kekamarnya. Ayyas marah dan menutup pintu dengan kerasnya dan membunyikan tartil alqur’an di laptopnya dengan kencang. Seketika Sergei tersinggung dan mendobrak kamar Ayyas disinilah terjadi perkelahian, dan dimenangkan Ayyas dengan Jurus tenaga dalamnya thifan. Linor langsung membawa keluar Sergei yang tidak berdaya dan membuangnya setelah meninggal.

Dan Yelena disini di suatu malam mengalami kejadian tragis yaitu disiksa oleh para langgananya dan membuangnya dipinggir jalan, namun atas kuasa tuhan Yelena masih bisa selamat dan mulai meyakini Tuhan. Atas pertolongan nenek margaretta yang juga atas bantuan Ayyas yang saat itu juga melintas di tempat yelena sekarat langsung membawanya dengan cepat ke Rumah sakit terdekat. Dan sampai akhirnya Ayyas memberitahu Linor tentang kejadian itu linor yang memilihkan tempat VIP di ruang UGD RS tersebut. Sampai akhirnya Yelena sembuh dan Yelena menjauhi pekerjaan yang selama ini salah dan memilih untuk meninggalkannya. Yelena menganggap bibi Margareta sebagai keluarganya.

Setiap pagi sampai malam kegiatan Ayyas sangat padat , pagi menemui Anastasia ke KBRI dan lain sebagainya. Asisten pembimbingnya Anastasia palazzo yang sering Ayyas puji pun ternyata jatuh cinta kepada Ayyas yang tekesan baik hati dan terkesan setia. Suatu ketika Ayyas disuruh menggati pembicara dari pihak muslim untuk mengisi Acara seminar ketuhanan di Era modern. Ayyas mengajak Linor dan Yelena untuk mengikuti acara seminar tersebut. Dialog tersebut kelihatan sangat penting dengan pembicaranya telah bergelar professor semua, hanya Ayyaslah yang kelihatan sedikit prestasi. “Tema : Tuhan di Era Modern”, satu persatu mereka menyampaikan pikiran, pembicara 1 mengatakan Tuhan tidak ada dan ilmu pengetahuanlah tuhannya, pembicara II mengatakan tuhan itu ada, Dr. Anastasia Palazzo selaku pembicara III menjelaskan bahwa Tuhan itu ada dengan pendapat orang-orang terdahulu(ilmuwan), dan terakhir Ayyas, tepuk aplouse untuk Ayyas dari semua peserta seminar kepada Ayyas. Bahkan Ayyas benar-benar mematahkan paham atheisme yang dipegang pembicara I. Disini Ayyas menjelaskan kebenaran kalau tuhan itu ada dengan keyakinan Islamnya, dan macam-macam Atheis di dunia. Di Rusia Nama Ayyas kian melambung, karena ia secara cerdas dapat menjadi pembicara seminar tentang ketuhanan. Ia bisa menguasai materi dan situasi, padahal hanya dia yang bukan siapa-siapa dibanding pembicara lainnya yang sudah bergelar professor.

Keberadaan Ayyas di Rusia, khususnya moskwa sungguh penuh berkah. Banyak orang yang akhirnya sadar dan meyakini agama islam. Padahal Rusia merupakan sarangnya penganut Atheis. Ayyas juga selamat dari tuduhan pengeboman yang sengaja dirancang oleh para Mosad/ spionase Yahudi untuk menjelakkan nama islam dan indonesia. Saat Pengeboman berlangsung Ayyas bersama Anastasia sedang diundang sebagai pembicara di Acara televisi Rusia yaitu Rusia berbicara. Dan tidak mungkin Ayyas berada dalam dua tempat yang berbeda dalam satu waktu. Jadi dengan kekuasaan Allah yang maha perkasa, maka rekayasa anak Mosad luluh hancur oleh rekayasa Allah hingga Ayyas selamat dari tuduhan teroris.
Beralih pada Linor yang merupakan anggota gerakan Mossad. Segala cara ia gunakan untuk menjatuhkan Ayyas ketika masih sebagai Agen Intelijen Yahudi ketika dia masih Yahudi, namun selalu gagal karena keteguhan iman Ayyas. Saat Yelena pulang menemui ibunya yang bernama madame Ekaterine yang berada di negara Ukraina. Ibunya menceritakan jati diri Linor yang sebenarnya. Nama asli Linor sebenarnya adalah sofia, dan madame ekaterina sebenarnya bukan ibu kandung Linor. Ibu kandungnya Linor sebenarnya adalah Salma Abdul Aziz, disini ibu angkat linor menceritakan keteguhan hati ibu Linor menolong sesama muslim palestina yang tertindas. Ibunya sengaja menutupi kebenaran linor sampai bapak angkat Linor meninggal demi keselamatan madame dan linor. Ayah angkat linor seorang Yahudi tulen dan ibu angkatnya masih sedikit berdarah yahudi. Setahun sebelum ayah angkat Linor mrninggal sebenarnya ekaterine sudah menjadi muslim. Dikisahkan disini Salma seorang dokter yang cerdas, ia menolong sesama muslim tanpa memandang ras dan agama dengan ikhlas kecuali ia tak akan pernah memaafkan kekejaman yahudi. Ibu linor meninggal saat berada di dekat RS Gaza saat peristiwa pembantaian oleh kaki tangan yahudi dalam peristiwa Sabra dan Shatila. Anak salma/ sofia diselamatkan dan dibesarkan oleh sahabat salma ekaterine sampai dewasa yaitu ibu angkat linor atas pemintaan salma sebelumnya jika salma meninggal.  Ketika jati diri Linor diketahui bahwa ia bukanlah Yahudi dan melainkan seorang palestina-Libanon. Dia menyadari kekejaman dirinya yang telah ditanamkan ayahnya sejak kecil dan mengganti namanya menjadin Linor sampai ia dilatih sekolah intelijen oleh ayahnya demi menjadi agen intelijen untuk yahudi. Itu semua karena ketidak tahuamya dan ia menyesal seberapa banyak saudaranya yang telah ia bunuh. Dan semenjak itu ia bertekad untuk tidak pernah berhubungan dengan Agen intelijen israel Saat ia akan berangkat menuju ke rumah teman ibunya untuk mempelajari agama islam ia bermimpi bertemu dengan ibunya dalam keadaan bersih dan dirinya sangat kotor membimbingnya menuju telaga namun disana dijaga oleh orang-orang bercahaya dan tidak memperbolehkan linor ikut, kemudian ibunya berpesan bersihkan dirimu dengan ajaran tauhid. Sampai di rumah teman ibunya ia menceritakan niatnya mempelajari islam dan akhirnya ia mengucapkan dua kalimat syahadat disaksikan olah beberapa kenalan ibunya. Ia resmi masuk islam.

Sahabat Ayyas yaitu Devid akhirnya meminta ayyas membimbingnya menuju ke jalan kebenaran dan ingin kembali menjadi muslim, dan setelah resmi menjadi muslim. Devid menceritakan kegundahan hatinya tentang wanita dan solusi yang terbaik yaitu menikah. Devid melamar Yelena dan akhirnya keduanya menikah disaksikan oleh umat islam di Rusia sehabis sholat jum’at. Yelena telah menjadi muslim, disini yelena mengucap dua kalimat syahadat disaksikan oleh seluruh umat islam dalam masjid.

Suatu ketika Linor teringat akan pesan ibu angkatnya , ibunya berpesan supaya mendapatkan seorang suami seteguh Yusuf AS. Sofia langsung teringat pada Ayyas yang keteguhanya melebihi baja dan ia sendiri telah mengujinya saat masih jahiliyah. Kemudian ia menemui Ayyas, ia mengunjungi KBRI di Rusia dan mengaku teman Ayyas di MGU kampus kebesaran Rusia demi mendapatkan alamat Ayyas.

Diceritakan dalam novel kejadian ini terjadi mendesak, saat Ayyas bersiap-siap pulang ke Indonesia beberapa hari lagi.
Linor akhirnya menemui Ayyas sambil menumpang sholat. Ayyas kaget dan sekaligus bangga melihat penampilan linor yang berbeda dan telah menjadi muslim. Linor menceritakan semua kejadianya mengapa ia menjadi muslim dan sekaligus menyampaikan maksud kedatanganya ia ingin dilamar oleh Ayyas dan segera menikah. Permintaan tersebut tidak langsung ditanggapi Ayyas, dengan alasan meminta petunjuk dari Allah melalui sholat istikharah. Sofia/ linor memberikan kesempatan untuk berpikir.

Setelah linor pamit untuk pergi desiran hati dalam diri Ayyas menjawab Ya, namun ia tak kuasa memanggil Linor yang sudah jauh dari apartemenya, Ayyas mempunyai perasaan yang buruk. Dan saat linor sampai dipinggir jalan linor ditembak beberapa kali oleh seseorang yang tak dikenal yang kemungkinan anak buah mosad. Ayyas berlari ingin menghampirinya dan membawa sofia pergi. Namun sofia terkapar disusulnya sofia dan diangkatnya dan mencari denyut nadinya kemungkinan masih tertolong. Dan saat itu ia berusaha meminta pertolongan dan akhirnya bersama orang tersebut ayyas membawanya ke rumah sakit. Di perjalanan dicarinya denyut nadi linor lagi dan dicarinya tidak ketemu juga, bagaimana nasib linor. Dengan penuh harap dan penyesalan, ya allah selamatkan linor dan ijinkan aku bersamanya. “ Andai saja ia tahu cinta linor padanya karena Allah, pasti saat itu juga akan ia terima. Dan ia mengakui ia pun mencintai linor karena Allah setelah linor telah menjadi muslim.”




C.    Struktur Cerita

·         Tema
Novel Religius(pembangun jiwa), dalam novel ini mengisahkan perjuangan cinta Ayyas di Rusia di jalan Allah.

·         Tokoh dan penokohan
Tokoh utama                           : Ayyas/Muhammad Ayyas
Tokoh Pendukung                   :
1.      Dr. Anastasia Palazzo : sebagai pembimbing Ayyas meneliti sejarah islam di Rusia menggantikan Proffesor Tomskii, cerdas, disiplin dan seorang kristen koptik yang taat.     
2.       Linor/sofia                  : teman seapartemen Ayyas, berwatak disiplin, penuh tanggung jawab, percaya diri terhadap tugas tetapi dia zionis israel yang berwatak kejam. Namun akhirnya menjadi muslim yang sejati.
3.      Yelena                         : teman seapartemen Ayyas, berwatak baik namun keras kepala.
4.      Devid                          : teman lama Ayyas, berwatak baik namun kurang percaya diri.
5.      Proffesor Tomskii       : pembimbing Ayyas                    
6.      Bibi Margaretta           : penolong yelena yang berwatak baik.
7.      Ibu Ekaterine              : Ibu Angkat sofia/ Linor, penuh dedikasi dan menjaga prinsip.
8.      Salma Abdul Aziz       : Ibu kandung Sofia, diceritakan memiliki watak  baik, cerdas dan pintar.
Dan peran/ tokoh pembantu/tambahan yang lain.


·         Alur
Campuran,  dalam novel ini menceritakan perjalanan Ayyas selama di Rusia dari pertama hingga kepergian Ayyas meninggalkan Rusia setelah selesai mengadaka penelitian, dalam cerita masa lalu Linor dan sejarahnya linor menunjukkan adanya kilas balik masa lalu, namun kembali ke masa depan linor berikutnya.

·         Setting
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini menggunakan sudut pandang orang ke dua. Karena pengarang seolah-olah serba tahu tentang semua yang berhubungan dengan Ayyas. Dan pengarang tidak terlibat dalam Cerita.

·         Latar
Lattar  tempat: Kota Moskow, Negara Rusia
Latar Waktu : selama Ayyas berada di Rusia dalam situasi yang modern.
Latar Sosial : keadaan yang sangat berbeda dari kondisi sebelumnya yang dialami oleh tokoh utama. Dalam novel tertulis kehidupan Rusia yang sangat bebas dan bahkan pusatnya kebebasan yang jauh dari aturan-aturan Islam dan adat ketimuran Ayyas.

·         Gaya bahasa
Menarik, mampu menyampaikan keadaan moskow yang sesungguhnya.
Majas hiperbola dan personifikasi yang sering terdapat dalam novel.